Metformin Terkait dengan Peningkatan Umur Panjang pada Wanita, Studi Menemukan

0
14

Obat diabetes yang sudah berumur puluhan tahun, metformin, secara signifikan dapat meningkatkan peluang wanita untuk hidup hingga usia 90 tahun atau lebih, menurut penelitian baru yang diterbitkan dalam Journal of Gerontology: Medical Sciences. Studi tersebut menganalisis data dari penelitian jangka panjang di AS terhadap wanita pascamenopause, yang menunjukkan bahwa mereka yang menggunakan metformin memiliki risiko kematian 30% lebih rendah sebelum mencapai usia 90 tahun dibandingkan mereka yang diobati dengan sulfonilurea, obat diabetes umum lainnya.

Temuan Utama Studi ini

Para peneliti dari AS dan Jerman memeriksa catatan dari 438 wanita—219 menggunakan metformin dan 219 menggunakan sulfonilurea. Meskipun bukan bukti pasti, temuan ini menunjukkan efek anti-penuaan metformin mungkin memainkan peran penting dalam memperpanjang umur panjang yang luar biasa. Ini bukan hanya tentang manajemen diabetes; metformin semakin dipandang sebagai geroterapi – obat yang secara aktif dapat memperlambat proses penuaan.

Mengapa Ini Penting: Ilmu Penuaan

Meningkatnya minat terhadap metformin sebagai pengobatan anti-penuaan berasal dari kemampuannya menargetkan berbagai jalur biologis yang terkait dengan penuaan. Teknologi ini telah menunjukkan kemampuan untuk mengurangi kerusakan DNA, meningkatkan aktivitas gen yang bermanfaat, dan bahkan mengurangi dampak jangka panjang dari COVID-19 dan kerusakan otak. Konteks yang lebih luas adalah populasi global semakin menua, dan pencarian cara untuk menjaga kesehatan lebih lama semakin meningkat. Hipotesis geroscience – gagasan bahwa penuaan dapat diubah dan diperlambat – mendasari penelitian ini.

Peringatan dan Penelitian Masa Depan

Meski menjanjikan, penelitian ini bukannya tanpa keterbatasan. Uji coba ini bergantung pada penugasan pengobatan yang ada (peserta tidak diberikan metformin atau sulfonilurea secara acak), yang berarti uji coba ini tidak dapat membuktikan sebab dan akibat secara pasti seperti yang dapat dilakukan oleh uji coba terkontrol secara acak (RCT). Ukuran sampelnya juga relatif kecil, dan tidak ada kelompok plasebo.

Namun, periode tindak lanjut penelitian ini yang memakan waktu 14 hingga 15 tahun – jauh lebih lama dibandingkan kebanyakan RCT – memberikan wawasan berharga mengenai efek jangka panjang metformin. Para peneliti menekankan bahwa RCT lebih lanjut diperlukan untuk mengkonfirmasi hasil ini. Meskipun demikian, temuan ini memperkuat alasan untuk mengeksplorasi metformin sebagai alat potensial untuk memperpanjang umur manusia dan mengurangi penyakit terkait usia.

Kesimpulan

Penelitian ini memperkuat semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa penuaan biologis tidaklah pasti. Metformin menjanjikan sebagai intervensi yang tidak hanya mengobati diabetes, tetapi juga memperpanjang umur panjang yang sehat pada wanita. Seiring bertambahnya usia populasi dunia, pemahaman terhadap intervensi seperti ini menjadi semakin penting.