‘Starfleet Academy’ Memperkenalkan Penjahat yang Kejam seperti Khan

0
13

Angsuran terbaru dari Star Trek: Starfleet Academy telah menghadirkan tokoh antagonis yang sangat efektif dalam diri Nus Braka, yang diperankan oleh Paul Giamatti, menandakan perubahan tajam menuju pertaruhan yang lebih gelap dalam seri ini. Meskipun Star Trek secara tradisional menampilkan konflik antargalaksi melawan seluruh kerajaan (seperti Borg atau Romawi) atau penjahat jahat individu, kekejaman Braka yang diperhitungkan menempatkannya sebagai penerus yang layak bagi musuh-musuh waralaba yang paling berkesan.

Awalnya dianggap sebagai ancaman yang tidak efektif dan tidak efektif dalam episode debutnya, Braka kemudian mengungkapkan dirinya sebagai manipulator ulung, jauh melebihi ekspektasi. Episode-episode acara sebelumnya, termasuk “Vitus Reflux” yang berisiko rendah dan “Vox in Excelso” yang relatif tidak berbahaya, membuai pemirsa ke dalam rasa aman yang palsu. Namun, kedatangan Braka, mewakili komplotan rahasia bajak laut Venari Ral (kelompok yang mengingatkan pada Discovery’s Emerald Chain), mengubah segalanya.

Bahaya langsung yang ditimbulkan oleh kemarahan kanibalisme yang menyerang USS Miyazaki hanyalah sebuah pengalih perhatian. Kekuatan sebenarnya Braka terletak pada kemampuannya mengeksploitasi protokol Starfleet dan kerentanan psikologis. Dia dengan ahli berperan sebagai Laksamana Vance dan Kepala Sekolah Nahla Ake, memanfaatkan kelemahan mereka untuk mendapatkan akses ke teknologi eksperimental di Starbase J19 Alpha.

Penipuan Braka sangat cerdik: dia dengan sengaja membiarkan Starfleet percaya bahwa Furies rentan terhadap senjata sonik, memastikan pertahanan stasiun akan diturunkan tepat ketika dia membutuhkannya. Langkah yang penuh perhitungan ini memungkinkan dia untuk mengobrak-abrik pangkalan, mengamankan teknologi yang dia cari sambil meninggalkan pesan mengerikan untuk Ake: “Aku masih berhutang sesuatu padamu… dan itu akan datang dengan busur merah besar.”

Pendekatan ini mirip dengan penjahat ikonik Khan, yang menggunakan Perangkat Genesis dengan kekejaman serupa. Braka, seperti halnya Khan, memahami bahwa kekuasaan bukan sekadar kekerasan, melainkan eksploitasi kelemahan musuh-musuhnya. Dia tidak membutuhkan monolog besar; tindakannya berbicara lebih keras daripada kata-kata.

Kemunculan Braka menandai perubahan signifikan dalam Starfleet Academy, mengangkatnya dari serial ringan menjadi serial dengan konflik asli dan berisiko tinggi. Kebrutalan dan kecemerlangan strategisnya yang diperhitungkan membuatnya menjadi lawan yang tangguh, dan kehadirannya di masa depan menjanjikan untuk menguji tekad Federasi dengan cara yang belum pernah terlihat sejak zaman Khan sendiri.